Selasa, 29 Mei 2012

Bebera Tips Menghindari Kecurangan Teknisi Komputer Atau Laptop



Dewasa ini, hampir semua lapisan masyarakat sudah memiliki computer. Tetapi tidak semua pemilik komputer itu mengerti barang yang dimilikinya atau ada yang mengerti namun malas memperbaikinya sendiri. Sehingga mau tidak mau, jika ada komponen yang rusak harus memboyongnya ke teknisi yang berpengalaman. Masalahnya, tidak semua teknisi mampu berlaku jujur. Kadang tuntutan target pergantian spare part menjadi pemicu teknisi komputer berbuat curang

Untuk menanggulangi masalah tersebut inilah beberapa tips yang mungkin bermanfaat.

1.  Jangan berkata “ini yang rusak!”

Jika ketika Anda dari rumah sudah yakin kalau power supply-nya rusak, kemudian di tempat servis anda bilang “mas ini power supply-nya rusak!” , jangan berbuat demikian! Karena jika demikian kejadiannya si teknisi akan langsung mengganti spare part yang anda bilang tadi. Lho? terus masalahnya kenapa?  Jika setelah sapre part diganti, komputer tidak kunjung nyala maka teknisi akan memeriksa kembali apa yang salah, merembetlah kepada  spare part yang diganti. Efeknya,  seharusnya power supply masih bekerja dengan baik karena terlanjur diganti ya mau tidak mau harus dibeli.

Cara yang benar adalah bawa saja komputer ke tempat servis kemudian ceritakan keluhan Anda, biarkan teknisi memeriksa komputer, tetapi tetap perhatikan walaupun anda tidak mengerti sehingga tidak ada celah untuk teknisi berbuat curang

2.  Jika ada spare part yang diganti, minta bekas yang diganti.

Misalkan memory/RAM anda rusak sehingga harus diganti. Mintalah RAM anda yang rusak! Hal ini untuk mencegah terjadinya kecurangan spare part fiktif, bilangnya diganti padahal tidak.  Bukannya kita berperasangka buruk hanya saja untuk mencegah teknisi berbuat curang, karena spare part komputer yang sudah rusak masih laku untuk dijual.

3.  Berlagaklah sedikit mengerti tetapi jangan sok tahu.

Untuk menghadapi teknisi kita harus terlihat mengerti atau paham dengan komputer, hal ini dapat membuat teknisi berpikir dua kali untuk mencurangi. Tetapi jangan terlihat terlalu arogan dan sok tahu, teknisi tidak akan berpikir dua kali untuk mencurangi anda jika anda terlalu sok tahu dan menggurui.

4.  Perhatikan ke-original-an windows

Jika system anda sudah terlalu banyak virus dan diharuskan meng-instal ulang komputer anda, perhatikan ke-original-an-nya, banyak sekali teknisi yang tidak memperdulikan orginalitas windows, mereka langsung menginstal ulang komputer dengan windows bajakan tanpa melihat stiker original pada laptop seperti gambar ini
Tanda Windows XP Original

Jika tidak ada stiker ini kemungkinan windows anda bajakan, saya sarankan untuk membeli lisensi asli dari microsoft.

jika stiker tersebut tertempel pada laptop/komputer anda berarti windows anda sudah original, mintalah pada teknisi untuk menginstal windows dengan serial number yang tertera pada stiker agar originalitas windows anda tidak hilang, tidak perlu cd windows aslinya, menggunakan cd apapun asal versi windows sama dengan stiker, yang terpenting serial number harus sama dengan stiker.

5.  Jangan asal terima beres

Karena anda terlalu percaya pada teknisi dan menyerahkan seluruhnya pada teknisi. Tipe seperti ini paling mudah untuk di curangi. Kalau anda malas mengurusi hal seperti ini maka pada saat menyerahkan komputer cobalah sedikit cerewet dan juga ketika mengambilnya cerewet saja tidak apa-apa, hal ini akan membuat teknisi tidak ingin mencurangi anda. Kalau anda punya banyak waktu cobalah tips 1-4.
Intinya hati-hati dalam memilih teknisi kepercayaan, walaupun sudah langganan tetaplah waspada untuk mengurangi kemungkinan anda dicurangin.

wasalam, semoga bermanfaat.

Minggu, 01 April 2012

Dasyatnya Teknoligi IT, Ilmu Yang Akan Diajarkan DI YMIC



Kalau informasi rakyat negeri ini hanya berasal dari televisi, radio, dan media cetak seperti era di tahun ‘70 dan ‘80, dan saat itu semua dikangkangi oleh penguasa, pastinya saat harga BBM dinaikkan kita hanya mantuk-mantuk saja. Engkong di rumahnya si Doel Anak Betawi cuman bisa ngisep cerutu dalem-dalem.

Berhubung sekarang si Doel sudah mainannya Fesbuk ama twitteran ya infonya sudah lain. Lihat saja sendiri, si Doel sampai geleng-geleng kepala membaca data korelasi antara kenaikan Harga Minyak Mentah Dunia dengan keuntungan yang diperoleh pemerintah saat menjual BBM dengan harga Rp.4.500,-. Si engkong yang ikut ngebaca, nyeletuk, “pantes, kemarin gue waktu pas mau milih lurah, dapat sarung, baju koko sama duit, oh tu duit dari jualan bensin yak?”, tanya si engkong pada Doel.

Doel hanya bisa bilang,”iya kali ‘Kong…”

Apa yang dibaca si Doel sih di FB ? sampe engkongnya nyerocos gitu.. nih dia …

Belum selesai Doel membaca info ini, hatinya tambah panas. Giginya gemerutuk seperti ngunyah permen keras karena sore ini teve nayangin demo massa mahasiswa masih gontok-gontokkan dengan polisi di senayan. Doel marah, kesel ngelihat aparat. “Ya jangan salahin mahasiswa dong kalau mereka nuntut BBM turun, lha kemane aje tu duit ?”…

Di lain tempat, Lupus teman si Doel juga gak kalah herannya ketika buka twitter ada tautan link dari temannya yang membuat Lupus jadi tambah keki. Ada gambar peta Indonesia dengan bendera asing yang berkibar di atas tanah tambang migas nusantara. Lupus berusaha mencari, mana ya si Merah Putih ?

Mana Merah Putihnya? di Peta penguasaan Migas Tanah Air

Gile aja, batin Lupus. Pantesan gue dan temen-temen melarat terus. Kerja banting tulang tiap hari tapi duit migas larinya ke bendera negara lain. Paling-paling tuh duit yang buat Indonesia cuman sekedar 2 sampai 3% doang, lupus belingsatan. Hatinya merah terbakar setelah membaca gambar peta itu. Pokoknya ntar gue mau ikut demo di Senayan.
==========
Begitulah, gambaran kecil generasi muda kita. Mereka tidak pernah mendapatkan info seaktual, sedahsyat begini untuk pengembangan wawasan dan cara pandang mereka seperti era 70 dan 80. Tidak di tivi, tidak di radio atau koran. Tapi di Fb dan twitter. Tanpa disadari media sosial punya side impact buat Doel dan Lupus dalam berkecintaan pada negeri dan kesejahteraan mereka sendiri.

Kalau dulu, kita ingat, Menteri Penerangan ” Harmoko” adalah pejabat yang tugasnya nentramin rakyat. Walau akhir jabatannya, beliau sempat berontak pada rezim Orba. Semua diayemin, digombalin dan hebatnya semua manut. Emang mau nyawa hilang kalau berani vokal?

Rakyat sekarang tidak begitu lagi. Contoh Doel dan Lupus di atas menggambarkan, walau hanya dengan hp harga 300 ribu dan bisa akses Jejaring sosial, mereka udah bisa menyimpulkan sendiri, ni rakyat yang bego apa pemerintahnya yang ‘oon ya ?

Ya sudahlah, mungkin kita harus bercermin pada negeri lain, bahwa untuk mencapai sebuah kemakmuran sejahtera , rakyat harus mencari tahu sendiri dan cukup gigit jari. Sedang tanpa disadari , rakyat harus diperas dan diperkosa kemakmurannya demi sebuah kampanye partai politik yang ingin melanggengkan kekuasaannya dan kepentingan golongan penguasa , bukan kemakmuran rakyat….

Doel pun berteriak , “Turunkan BBM !”

Lupus juga gak kalah seru,” Usir kapitalis dari Freeport !”

Semoga kita bisa makmur dan menguasai negeri sendiri . (ngarep.com)

Salam Merdeka !

Catatan Ilustrasi : Doel tokoh tahun 70, Lupus generasi 80

Membuat Persiapan Pidato Yang Mengesankan



Berpidato dengan baik bukanlah bakat, apalagi mukjizat yang datang dari langit. Sama halnya bermain silat, berpidato dengan baik dapat diasah dengan latihan. Mungkin anda, saya, kita semua pernah bahkan sering gugup saat berbicara di depan umum. Tapi jangan merasa kasus itu adalah kutukan takdir. 

King George VI, Raja Britania Raya, awalnya orang yang tak hanya gugup tapi juga gagap saat berbicara di depan umum. Dengan berlatih dan terus berlatih beliau akhirnya menjadi salah satu pembicara termasyhur di dunia. Tupai melompat, karena ia sering latihan. Agar percaya diri, saran William James, Berpura-puralah berani. Rasa takut Kita karena kurang kepercayaan diri. Dan kurangnya kepercayaan diri disebabkan oleh ketidaktahuan. Luka mana yang tak sembuh oleh waktu ? Berlatih dan teruslah belajar.

Langsung saja, unsur pidato yang baik terdiri atas : persiapan, pembukaan, isi atau tujuan pidato dan penuntupan pidato. Mari kita lahap satu-satu :

(1) Persiapan
 
Persiapan yang sesungguhnya berarti menggali sesuatu dalam diri Anda, ide, pemikiran yang murni dari diri Anda sendiri. Sebuah pidato bukanlah martabak yang aduk-lempar, 15 menit sudah jadi. Bukan ! Dale Carnegie—dalam bukunya—The Magic of Speaking memberikan saran kurang lebih seprti ini :

1. Pilihlah topik jauh-jauh hari, cari fakta tentang topik tersebut, diskusikan bersama kerabat Anda, bawalah dalam tidur dan mimpi Anda. Tulis di secarik kertas atau gadget setiap ide yang datang. Biasanya, ide seperti jailangkung, datang tak dijemput. Tapi ide tersebut harus diantar ke buku catatan/gadget. Ide tiba-tiba muncul saat makan, berkendaraan, di toilet, mengantri di pajak gadai dan lainnya. Catatlah ide tersebut. Dicatat, bukan diingat-ingat saja.

2. Baca buku mengenai topik Anda, cari artikel di internet, majalah, koran. Kumpulkan bahan yang lebih banyak dari yang Anda butuhkan. Dari 100 ide cemerlang, hanya 10-20 terbaik yang layak Anda jadikan naskah pidato. Setelah itu, buatlah naskah pidato Anda dengan susunan ;

3. Utarakan fakta-fakta negatif dan positif tentang topik Anda. Perdebatkan topik tersebut. Tunjukan bagaimana memperbaikinya. Mintalah kerjasama dengan menjalankan solusi yang ditawarkan. 

4. Berlatih sebelum tampil, atau biasa dikenal dengan istilah gladi bersih. Rekam suara atau lebih baik lagi video Anda saat berlatih. Hal ini bertujuan agar Anda dapat mengoreksi diri Anda sendiri sebelum benar-benar tampil diatas podium. Perbaiki gerakan, nada dan penampilan yang kurang baik menurut Anda hingga semenarik mungkin.

# Agar Penonton Tetap Terbangun

Enthusiasm (antusiasme) berasal dari bahasa yunani, En berarti dalam, dan Theos berarti dewa. Jadi, orang yang antusias adalah orang yang berbicara seolah-olah dirasuki dewa. Antusiasme penonton Anda tergantung dari Antusiame Anda dalam menyiapkan dan menyampaikan Pidato. Jika Anda Lesu, penonton Anda pasti lesu. Jika Anda semangat, penonton juga akan semangat. Faktor terpenting dalam sebuah pidato bukanlah kata-kata, tapi semangat Anda dibalik kata-kata tersebut. Pidato Anda adalah misi suci. Sampaikanlah dengan antusias dan sepenuh hati. Seperti Soekarno dalam pidato revolusionernya demi meraih kemerdekaan.

Pilihlah kata-kata sederhana yang mudah dipahami. Seperti ungkapan Socrates, “ Jika Anda tidak bisa menjelaskannya secara sederhana, Anda belum memahaminya. Gunakan bahasa kaum. Jika penonton adalah awam, pakai bahasa awam. Jika penonton mayoritas pejabat dan cendikiawan, gunakan bahasa ilmiah. Hindari kata-kata seperti kelihatannya, menurut pendapat kami, mungkin. Sebagai contoh, bagaimana jika Iklan Kompas menggunakan kata tersebut. “ Kelihatannya, Kompas adalah surat kabar terbaik “. Atau bisa juga, “ Menurut kami, Kompas adalah surat kabar yang dapat Anda percaya “. Pilih kata-kata yang tepat, singkat dan jelas.

Dalam sebuah pidato, tidak sekadar apa yang Anda sampaikan, tapi bagaimana Anda menyampaikannya. Perhatikan poin berikut :

1. Tekankanlah pada kata-kata yang penting. Contoh kalimat : “ Acara-acara ditelevisi saat ini hanya sedikit yang edukatif sisanya hanyalah pembodohan publik “.

2. Berhentilah sejenak, sebelum dan sesudah ide-ide penting. Gunakan contoh kalimat diatas.

3. Untuk lebih berkesan, pandangi penonton Anda barang sebentar lalu lanjutkan dengan kalimat yang mengandung ide penting tersebut. Tatap penonton Anda, karena banyak pembicara menatap ke atas atau ke lantai saat berpidato. Tampaknya mereka berpidato untuk diri mereka sendiri. Ini akan membunuh sebuah percakapan.

4. Ubah kecepatan suara Anda. Sebagai contoh, katakan 3 milyar dengan suara cepat. Sangat remeh bukan !Sekarang, katakan 3 juta denga lambat. Berbeda bukan !

# Sebelum Beraksi di Podium

Sampai disini, Kita sudah mafhum bahwa pembicara yang bersemangat pasti dikerumuni penonton. Kumpulkan penonton Anda. Jangan biarkan terpisah terlalu jauh. Itu akan membuat Anda lebih semangat dan percaya diri. Hindari makan berat sebelum berpidato. Darah yang semestinya di otak, turun ke perut. Bisa-bisa, belum selesai Anda berpidato, gangguan perut atau sulit konsentrasi menghentikan pidato Anda lebih dahulu. Sebaiknya, jangan berpidato ketika Anda lelah, istirahat lebih baik bagi Anda. Kumpulkan kembali energi Anda dan berpidatolah denga berapi-api. Lalu sekarang, apakah sudah saatnya naik ke podium dan berkoar-koar ? Eitss… tunggu dulu. Pastikan 5 hal berikut ini terlebih dahulu :

1. Tampil sebersih dan serapi mungkin. Pakaian Anda yang kotor dan rambut Anda yang tidak tersisir rapi membuat penonton menduga bahwa isi pikiran Anda sama kotor dan tidak teraturnya dengan penampilan Anda.

2. Periksa jendela dan sirkulasi udara. Penonton Anda pasti lebih memilih keluar ruangan untuk bertahan hidup dan menghirup oksigen ketimbang bertahan mendengar pidato tapi sekarat karena ruangan yang panas, pengap karena sirkulasi udara yang Anda abaikan.

3. Sesuaikan penerangan diruang tersebut. Pastikan cahaya lampu dan sorotan lampu tidak terlalu terang, tapi jangan juga remag-remang. Itu forum ilmiah (pidato) atau klub malam ?

4. Jangan ada tamu di atas podium. Pelayan, pembersih, panitia atau pembawa acara yang membetulkan gorden atau mondar-mandir akan mengalihkan perhatian penonton kepada mereka. Singkirkan pula kursi menumpuk yang tak terpakai atau barang-barang tak penting lainnya. Buatlah panggung Anda terlihat menarik dan simpel. Itu panggung Anda !

5. Setelah Anda berdiri diatas podium jangan langsung memulai pidato. Itu ciri orang amatiran. Tariklah nafas, pandangi penonton Anda dan pastikan sampai tidak ada lagi suara dan ganguan lainnya. Ok, sekarang waktunya beraksi !

di dukung oleh